NAMANYA Ruth Monica Bella Merdeka Wati, biasa dipanggil Bella. Ia adalah sahabat terbaikku di kelas V. Rambutnya warna hitam lurus sebahu. Tubuhnya kurus. Kulitnya sawo matang, giginya jongor, tapi bukan mengejek lho! Buat Bella yang baca jangan marah ya? Dia agak pendek, namun ia punya kelebihan, dia dapat berolahraga dengan sempurna.
Ia adalah sahabat yang terbaik, tidak pelit, pemaaf, penyabar dan tidak sombong. Ia juga anak yang baik hati dan suka menolong. Setiap kami punya bekal, kami saling berbagi, bil,a salah satu dari kami sedih, marah, kami saling menghibur. Bila salah satu dari bersalah, kami saling memaafkan. Ia sangat memaklumi dan mengerti sifatku, yaitu pemarah. Jika akau marah, ia meminta penjelasanku baik-baik mengapa aku marah. Ia sangat lucu, ia menghiburku dengan mimik-mimik wajah yang lucu dan suara yang menarik, sehingga membuatku tertawa terbahak-bahak. Apalagi saat menyanyikan lagu Habibie. Habibie…Habibie….hihihi, lucu deh.
Friendly StoryHari itu kami akan berkunjung ke rumah guru kami, Bu Dian. Sebelumnya aku berkunjung ke rumah Bella. Rumah Bella sangatlah besar, halaman depan rumahnya dibatasi oleh pagar berwarna krem. Di sebalah kanan pojok ada ayunan, di sebelah kiri ada ada banyak jenis tanaman yang subur. Sementara mama kami mengobrol di ruang tamu, kami bermain ayunan. Setelah mama kami selesai mengobrol, mama Bella mengganti baju.
Setelah itu, kami pergi ke rumah Bu Dian. Aku dan Bella naik mobil yang dibawa mama Bella, dan mamaku naik motor, aku merasa sangat sejuk di mobil Bella, karena AC yang ada di mobil Bella dihidupkan.Dalam perjalanan, kami berbincang-bincang tentang banyak hal, seperti eskul, persahabatan, sampai dengan liburan semester.
Kira-kira setengah jam berbincang-bincang, akhirnya kami sampai di rumah Bu Dian. Bu Dian kaget melihat kedatangan kami semua, dan Bu Dian menyambut kami dengan hangat. Beliau mengajak kami ke dalam rumah. Ketika aku masuk, aku melihat rak yang dipenuhi dengan mainan dan boneka milik anak bungsu Bu Dian, yaitu Dik Iza. Ketika sampai di ruang keluarga, kami disuruh duduk di karpet yang sudah dipersiapkan. Bu Dian membuatkan kami Es Jeruk dan membawa beberapa toples yang diisi oleh kue kering. Kata mamaku dan mama Bella,
“Tak usah repot-repot, Bu,”
“Tak apa-apa,” ujar Bu Dian sambil tersenyum.
Kami menikmati camilan yang disediakan Bu Dian, dan Dik Iza juga mempersilahkan kami menonton VCD Upin dan Ipin yang ditayangkan di TV. Sedang asyik menonton, tiba-tiba lampu mati siang itu. Akhirnya kami memutuskan untuk bermain di halaman luar bersama Dik Iza juga.
Pertama, kami ke halaman belakang untuk melihat ikan di kolam. Tiba-tiba Dik Iza bercerita, “Ikannya mati dimakan ikan Hiu, Ikan Hiunya datang ke kolam kami dan bla….bla…bla…,” jelas Dik Iza panjang lebar. Kami hanya mengangguk-angguk mendengar cerita Dik Iza yang konyol.
Selanjutnya, kami mampir berjalan ke dekat pohon bunga Asoka, yaitu bunga yang dari batang bawahnya dihisap bisa menghasilkan madu yang manis. Kemudian, kami menghisap madu sambil duduk di kursi, dan setelah kenyang, kami mendekati pohon jeruk yang masih muda, kemudian kami memetik buahnya. Saat kami memetik buah jeruk, tiba-tiba ada seekor lebah mendekati batang hidungku.
“Huaaa…..huaaa….ada lebah,” aku berlari hingga menabrak Bella, kami berdua jatuh ke halaman yang berbatuan, tetapi kami kami tertawa dan yang lain juga tertawa. Setelah itu, kami mencari kerikil berbagai macam bentuk dan warna. Aku menemukan batu yang sangat banyak. Wah, senangnya! Serasa seperti berpetualang di hutan, bagaikan melihat ikan-ikan yang cantik di permukaan laut, memetik pohon di hutan dan juga mencari benda-benda kecil di tanah. Selanjutnya apa lagi ya? Oh, ya kami memetik bunga dan merangkainya menjadi sebuah bandana bunga.
Seteleh berpetualang, kami bermain petak umpet, kejar-kejaran, kucing-kucingan dan lain-lain. Oh, ya kami juga bermain Dinosaurus. Ceritanya begini:
Di sebuah hutan tinggal seekor Dinosaurus, yang diperankan Deva, adik Bella. Induk Dinosaurus itu sedang bertelur satu buah, yang diperankan oleh Ehan. Suatu hari, datang sebuah mobil ke hutan,tempat telur itu besar itu berada. Mobil itu diisi oleh kami bertiga, dan saat mobil kami berhenti di dekat telur itu, kami berusaha untuk mencuri telur itu, mumpung induknya sedang pergi mencari makan. Dan saat kami akan membawa telur itu kedalam bagasi mobil, tiba-tiba induknya menyerang dari belakang.
“Nnguarrehm….!” Seru induknya dan kami menjatuhkan telur itu ke tanah. Kami berlari ke dalam mobil tanpa sepengetahuan induknya, lalu kami mengunci pintu mobil dan pulang dari hutan (pura-pura). Dan akhirnya Dino itu damai… Setelah bermain dengan serunya, kami ke dalam rumah untuk minum es Jeruk yang belum kami habiskan tadi. Setelah dua jam bermain di rumah Bu Dian, akhirnya kami berpamitan pulang, dan sebelum keluar dari rumah Bu Dian, mamaku merencanakan untuk makan pempek bakar yang tak jauh dari simpang Mayang.
Sesampainya di warung pempek, kami segera memesan dan makan dengan lahapnya, sambil bercerita mengenai pengalaman di rumah Bu Dian tadi. Usai makan, mama member kami uang untuk membeli es krim, di warung yang letaknya di belakang warung pempek. Wah rasanya enak sekali….. Hari ini memang hari yang menyenangkan bersama Bella!
Pengarang adalah siswi Kelas V SD Adiyaksa, aktif di Sanggar Menulis Evergreen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar